
Festival Suara dan Solidaritas: Semua Kita Dirayakan hadir pada 29 Maret 2026 di Institut Français Indonesia Yogyakarta sebagai ruang berkumpul yang hangat, meriah, dan penuh solidaritas. Bersama komunitas, kolektif, dan berbagai organisasi, festival ini menjadi perayaan keberagaman gender, seni, serta semangat untuk terus menjaga ruang aman bagi semua.
Beragam booth komunitas turut meramaikan festival, mulai dari UMKM yang tergabung dalam Waria Crisis Center Yogyakarta dan Kebaya Yogyakarta, hingga partisipasi dari Kolektif Tanpa Nama, Layung Kristi, Sindikasi Jogja, Feminist Yogya, Jakarta Feminist, Gembala Baik, serta layanan kesehatan dari PKBI DIY. Pengunjung juga bisa mengikuti aktivitas seru seperti pembuatan zine dan gantungan kunci gratis yang jadi ruang ekspresi kreatif bersama.
Suasana festival semakin hidup lewat berbagai penampilan seni dan budaya, mulai dari tarian hingga pertunjukan tradisional yang dibawakan dengan penuh semangat. Penampilan spesial dari Wik Wik Ambyar dan set energik dari DJ Timothy Timmy menjadi bukti bahwa keberagaman gender tidak pernah mengurangi kualitas maupun kekuatan karya seni yang mereka hadirkan di atas panggung.
Tak hanya merayakan seni dan kebersamaan, festival ini juga menghadirkan tiga sesi talkshow yang membahas pentingnya Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk semua, sekaligus menguatkan upaya bersama dalam melawan narasi anti-hak yang semakin marak di Indonesia. Momentum ini juga menjadi titik penting bagi Koalisi Aksi Rakyat untuk Keberagaman Gender (KOAR-KOAR) untuk menyatakan komitmen bersama: saling mendukung, menjaga solidaritas, dan terus bersuara menghadapi berbagai bentuk diskriminasi serta narasi anti-hak yang meresahkan masyarakat, baik di Yogyakarta maupun di berbagai wilayah Indonesia.
Lihat video keseruannya pada link Youtube: