KERANGKA ACUAN KEGIATAN

Pengadaan Konsultan Penulisan Modul Grand Design Remaja PKBI 2026

Latar Belakang

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) didirikan pada tanggal 23 Desember 1957. Selama berdirinya, pelaksanaan program dan kegiatan PKBI diarahkan sesuai AD/ART yang telah ditetapkan pada Musyawarah Nasional tanggal 3 November 2023. Dalam Anggaran Dasar PKBI tahun 2023 Pasal 9 Ayat 3, disebutkan bahwa kegiatan PKBI diarahkan pada upaya pemberdayaan masyarakat dan remaja. Hal ini didukung dengan visi PKBI yang ke-2, yaitu “membangun gerakan remaja yang inklusif.” Dalam konteks ini, keterlibatan remaja menjadi mandat organisasi, terutama dalam memperjuangkan hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi perempuan, remaja, dan kelompok marginal.

Untuk mendukung hal tersebut, PKBI telah menyusun Grand Design Remaja PKBI sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas relawan remaja dalam berbagai isu, antara lain Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), kesehatan mental, kepemimpinan, digitalisasi, Pembangunan karakter, Advokasi dalam menghadapi globalisasi. Grand Design ini dirancang melalui empat jenjang pembelajaran yang saling berkesinambungan, yaitu: Remaja Berdaya, Remaja Andal, Remaja Pemimpin, dan Remaja Ahli.

Setelah uji coba tahap pertama berhasil dilaksanakan di 22 daerah dan melatih sebanyak 315 remaja pada fase Remaja Berdaya, yang selanjutnya menjangkau lebih dari 3.000 remaja lainnya. PKBI telah melaksanakan uji coba tahap kedua pada akhir 2025. Sebanyak 22 fasilitator daerah dilatih kembali menuju jenjang Remaja Andal. Hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh Tim Institusi Grand Design Remaja pada Mei 2026 telah menghasilkan outline baru yang disepakati, yang membutuhkan proses finalisasi oleh tenaga profesional.

Tim Institusi Grand Design Remaja merekomendasikan pengadaan konsultan profesional untuk proses finalisasi ini, mengingat besarnya cakupan kerja dan kebutuhan keahlian khusus dalam penulisan modul berbasis pendekatan andragogi yang sesuai dengan konteks remaja yang di sasar usia 18–24 tahun. Rekomendasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Grand Design Remaja PKBI membutuhkan fokus substansi yang tinggi dan kompetensi teknis yang mumpuni dalam pengembangan modul pembelajaran.

Kegiatan pengadaan konsultan ini bertujuan untuk:

  1. Melakukan finalisasi penulisan dan penataan empat modul Grand Design Remaja PKBI 2026 yang meliputi: Remaja Berdaya, Remaja Andal, Remaja Pemimpin, dan Remaja Ahli.
  2. Menyelaraskan pendekatan pembelajaran dari pedagogis (pedagogy) menjadi andragogis (andragogy) yang sesuai dengan karakteristik sasaran modul ini remaja usia 18-24 tahun.
  3. Memastikan koherensi alur, bahasa, metodologi, dan substansi antar keempat modul tanpa mengubah substansi inti yang telah ditetapkan oleh Tim Institusi Grand Design Remaja PKBI.
  4. Menghasilkan empat modul pelatihan yang siap digunakan di tingkat nasional, daerah, dan cabang PKBI.

Penjelasan tentang Grand Design Remaja PKBI

Grand Design Remaja PKBI merupakan kerangka strategis pengembangan kapasitas remaja yang tersusun dalam empat jenjang pembelajaran berjenjang dan saling berkesinambungan. Setiap jenjang memiliki mencerminkan capaian kompetensi yang di dapatkan remaja PKBI.

Nama ModulJenjang PelatihanLevelDeskripsi Capaian
Remaja BerdayaSimpatisan dan Suporter            BasicInternalisasi nilai PKBI & isu dasar HKSR; mampu melakukan dukungan komunitas dan komunikasi dasar, Partisipasi Bermakna, hingga advoaksi dan berjejaring.
Remaja AndalKolaborator        IntermediateMampu melakukan riset                sederhana, kemampuan penlaran moral dan kemampuan analitik serta                    penguatan kolaborasi                antar pihak.
 Remaja Pemimpin      Kader      IntermediateMampu memimpin organisasi, manajemen program,                           dan pengambilan keputusan strategis
 Remaja Ahli      Leader      AdvanceMampu membuat terobosan                           dan inovasi ekologis, regenerasi kader, dan kepemimpinan lintas sektor/isu.

*Penting untuk ditegaskan bahwa konsultan yang akan mengerjakan tidak berwenang mengubah substansi yang telah ditetapkan oleh Tim Institusi Grand Design Remaja PKBI. Peran konsultan berfokus pada penulisan, penataan, penyelarasan bahasa dan metodologi, serta konversi pendekatan pedagogi menjadi andragogi.

Sebagai refrensi berikut lampiran modul Grand Design Remaja PKBI yang telah sebelumnya difinalisasi pada 2024.

1.  Reviewer Modul

  • Menelaah dan memberi catatan kritis atas substansi modul yang sudah tersedia.
    • Memastikan kesesuaian materi dengan target sasaran remaja usia 18–24 tahun.
    • Mengidentifikasi bagian yang perlu diperkuat, disederhanakan, atau diselaraskan.

2.  Penulis Modul

  • Menyusun konten baru sesuai outline yang telah disepakati Tim Institusi Grand Design Remaja.
    • Menulis narasi, pengantar materi, contoh kasus, lembar kerja, dan panduan fasilitasi.
    • Tidak mengubah substansi inti yang telah ditetapkan tim institusi.

3.  Penyelaras Modul

  • Menyelaraskan alur, pendekatan andragogi, bahasa, tujuan pembelajaran, dan format antar keempat modul.
    • Memastikan konsistensi struktur dan tidak ada tumpang tindih materi antar modul.
    • Mengonversi pendekatan dari pedagogi menjadi andragogi sesuai prinsip pembelajaran orang dewasa.

4.  Pengembang Metode Pembelajaran

  • Menyusun langkah-langkah fasilitasi, aktivitas peserta, studi kasus, simulasi, dan role play.
    • Mengembangkan lembar kerja, instrumen evaluasi (pre-test, post-test, lembar evaluasi), dan rencana tindak lanjut.

5.  Penyusun Dokumen Final

  • Memastikan keempat modul akhir siap cetak dan siap digunakan sebagai panduan pelatihan.
    • Menyerahkan file dalam format yang disepakati (.docx dan .pdf).

Hasil yang di Harapkan

Konsultan diharapkan menghasilkan empat modul pelatihan yang telah difinalisasi, masing-masing memuat:

  • Judul dan deskripsi modul beserta jenjang dan target sasaran.
    • Tujuan umum dan tujuan khusus pembelajaran.
    • Capaian pembelajaran (learning outcomes) yang terukur.
  • Alur dan struktur sesi yang logis dan berkesinambungan.
    • Panduan fasilitasi lengkap per sesi (langkah, durasi, metode, media).
    • Materi inti yang ditulis dengan bahasa komunikatif dan inklusif berbasis andragogi.
    • Lembar kerja, bahan diskusi, studi kasus, dan refleksi peserta.
    • Instrumen evaluasi pembelajaran (pre-test, post-test, lembar evaluasi).
    • Daftar referensi dan sumber bacaan.
    • Glosarium istilah kunci.

Selain modul, konsultan juga menyerahkan:

  • Laporan proses kerja (progress report) per tahap review.
    • Catatan konsolidasi dan rekomendasi pengembangan modul ke depan.

Gambaran Isi Modul per Jenjang

  LevelJenjang Pembelajaran  Topik Utama  Keterangan
                Simpatisan dan Supporter                Remaja Berdaya (Basic)Sejarah PKBI & tantangan; HKSR & Charter of Values + GEDSI + SOGIESC; Kreativitas; Stategi Komunikasi, Team Building / Community Development; Advokasi HKSR; Dilema Kepastian Hukum; Pendidikan yang Membebaskan; Partisipasi Bermakna, Manajemen Stres + Dukungan Psikologi Awal; AI + Konten Kreatif + Literasi Digital; Kekerasan BerbasisGender/SGBV/KBGO            Beberapa topik Baru   Ada              modul existing                            yang perlu diperdalam
  Kolaborator  Remaja Andal (Intermediate)Anti Diskriminasi/HAM; Penalaran Moral + Konseling Sebaya; Analisis Kebijakan +
  Policy Brief; Metode Riset Remaja/Riset Dasar/Riset Aksi; Mediasi + Negosiasi; Akuntabilitas Organisasi; 
              Kader          Remaja Pemimpin (Intermediate)Kearifan Lokal (seni, tradisi budaya) Faktor Lokal penghambat dan penguat dalam isu HKSR; Meditasi; Resolusi Konflik, Kebijaksanaan dalam Ruang Digital (Isu Terkini : Bahaya Judol, dan Pinjol,Prilaku hedonistic); Pembuatan Proposal/PPBR’s+LFA; Ring of Fire/EWER’S.
  LeaderRemaja Ahli (Advance)  Level leader, pendekatan transformatif

F.1. Kualifikasi Umum

Konsultan yang dibutuhkan adalah individu profesional yang memiliki kapasitas dalam melakukan review, penulisan, pengembangan, dan penyelarasan modul pembelajaran, khususnya yang berkaitan dengan HKSR remaja, pendidikan kritis, hak asasi manusia, pengorganisasian komunitas, serta penguatan kapasitas relawan dan aktivis muda. Konsultan diharapkan mampu bekerja secara mandiri, sistematis, berbasis data, serta memiliki sensitivitas terhadap nilai-nilai PKBI: keberpihakan pada hak, inklusi, non- diskriminasi, kesetaraan gender, keberagaman, partisipasi remaja, dan perlindungan kelompok rentan.

F.2.  Kualifikasi Pendidikan

  • Pendidikan minimal S1 dari bidang: Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Pendidikan, Ilmu Sosial, Ilmu Komunikasi, Studi Gender, Kesejahteraan Sosial, Hukum/HAM, atau bidang relevan lainnya.
    • Pendidikan S2 menjadi nilai tambah, terutama pada bidang pengembangan kurikulum, kesehatan reproduksi, kajian remaja dan kepemudaan, gender dan inklusi sosial, community development, atau advokasi kebijakan.

F.3.  Pengalaman Kerja

  • Minimal 3 tahun pengalaman dalam pengembangan modul, kurikulum, bahan ajar, panduan pelatihan, atau dokumen pembelajaran.
    • Berpengalaman dalam review, penyelarasan, dan penyuntingan substansi modul agar lebih sistematis dan aplikatif.
    • Berpengalaman bekerja pada isu remaja, kepemudaan, HKSR, gender, HAM, pendidikan kritis, atau pemberdayaan masyarakat.
    • Berpengalaman memfasilitasi atau menyusun materi pelatihan untuk remaja, relawan, pendidik sebaya, youth counselor, atau aktivis komunitas.
    • Berpengalaman bekerja dengan NGO/CSO, lembaga pendidikan, lembaga layanan, atau organisasi berbasis komunitas.
    • Memiliki pemahaman konteks gerakan PKBI atau organisasi yang bergerak pada isu HKSR dan keberagaman menjadi nilai tambah.

F.4.  Kompetensi Teknis

Pengembangan Modul dan Kurikulum

  • Mampu menyusun struktur modul yang runtut, logis, dan mudah digunakan.
  • Mampu menyusun tujuan pembelajaran, capaian pembelajaran, metode, langkah fasilitasi, media, dan evaluasi pembelajaran.
    • Mampu mengembangkan modul berbasis pendekatan andragogi, partisipatif, experiential learning, dan pendidikan kritis.

Review dan Penyelarasan Substansi

  • Mampu menelaah kesesuaian materi antar modul agar tidak tumpang tindih.
    • Mampu menyelaraskan bahasa, kerangka berpikir, prinsip pembelajaran, dan alur antar topik.
    • Mampu memperkuat materi agar relevan dengan kebutuhan remaja PKBI di tingkat nasional, daerah, dan cabang.

Penulisan dan Penyuntingan

  • Mampu menulis modul dengan bahasa yang jelas, komunikatif, inklusif, dan sesuai dengan karakter pelajar remaja.
    • Mampu mengubah materi konseptual menjadi bahan pembelajaran yang aplikatif.
    • Mampu menyusun narasi, contoh kasus, refleksi, diskusi kelompok, simulasi, praktik, dan lembar kerja.

F.5.  Metodelogi Pembelajaran Modote Pembelajran dalam Modul.

  1. Mampu mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif dan reflektif.
  2. Mampu merancang aktivitas seperti diskusi, studi kasus, role play, simulasi, praktik lapangan, refleksi personal, kerja kelompok, dan presentasi.
  3. Mampu menyusun instrumen evaluasi pembelajaran seperti pre-test, post-test, lembar evaluasi, refleksi peserta, dan rencana tindak lanjut.

F.6.  Pengusaan Materi yang Diharapkan Penguasaan Materi yang Diharapkan

  • Pendidikan yang membebaskan dan pendidikan kritis
    • Kreativitas dan inovasi gerakan remaja
    • Community development dan pengorganisasian komunitas
    • Podcast, komunikasi digital, dan media kampanye remaja
    • Networking, kolaborasi, dan penguatan jejaring
    • Manajemen stres dan kesehatan mental remaja
    • Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara etis dan produktif
  • Anti-diskriminasi, HAM, gender, dan inklusi sosial
    • Penalaran moral dan konseling sebaya
    • Analisis kebijakan dan penyusunan policy brief
    • Metode riset remaja, riset dasar, dan riset aksi
    • Mediasi dan negosiasi
    • Akuntabilitas organisasi dan kepemimpinan remaja
    • Kearifan lokal dalam gerakan remaja
    • Meditasi, refleksi diri, dan penguatan kapasitas personal
    • Isu kebencanaan, ring of fire, dan ketangguhan komunitas

F.7.  Kompetensi Personal

  • Berkomitmen pada nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, keberagaman, dan keadilan sosial.
    • Sensitif terhadap isu remaja, gender, seksualitas, kelompok rentan, dan keberagaman identitas.
    • Mampu bekerja dengan tenggat waktu yang ketat dan berbasis output.
    • Mampu menerima masukan, melakukan revisi, dan bekerja secara kolaboratif bersama Tim PKBI.
    • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, baik lisan maupun tertulis.
    • Teliti, sistematis, reflektif, dan mampu menjaga kualitas substansi dokumen.
    • Mampu menjaga kerahasiaan dokumen dan proses internal organisasi.

DOKUMEN PENDUKUNG YANG DIPERLUKAN

  1. Curriculum Vitae (CV) terbaru.
  2. Portofolio penulisan modul, kurikulum, panduan pelatihan, atau dokumen pembelajaran sejenis.
  3. Contoh karya tulis atau modul yang pernah disusun (minimal 1 dokumen).
  4. Proposal teknis singkat yang memuat: pendekatan kerja, metodologi, dan rencana kerja dalam periode 2 bulan.
  5. Proposal biaya atau penawaran jasa yang dirinci per kegiatan.
  6. Surat referensi atau keterangan pengalaman kerja sejenis (apabila tersedia).
  7. Kirim dokumen ke email ippa@pkbi.or.id. dan hrd@pkbi.or.id (tidak lebih dari 300 kb).

Jadwal Pelaksanaan

  No.  Tahapan KegiatanWaktu Pelaksanaan  Keterangan
  1Pengumpulan Bahan Bacaan & Materi dari Tim Institusi  Mei – Minggu IVPersiapan internal
  2Prompt/Briefing Modul (Penyampaian arahan substansi)  Mei – Minggu IV  Sebelum oprec
  3Pengumuman & Rekrutmen Konsultan (Oprec)Juni – Minggu I s.d. IIIDibuka secara terbuka
  4Penetapan Konsultan & Briefing Awal  Juni – Minggu IVKontrak ditandatangani
  5Penulisan Modul oleh KonsultanJuli – Minggu I s.d. IIIDraft ke-1 diserahkan
  6Review Modul I (Remaja Berdaya)  Juli – Minggu IVTim institusi mereview
  7Review Modul II (Remaja Andal)  Agustus – Minggu ITim institusi mereview
  8Review Modul III (Remaja Pemimpin)  Agustus – Minggu IITim institusi mereview
  9Review Modul IV (Remaja Ahli)Agustus – Minggu IIITim institusi mereview
  10Penyerahan Modul Final dari KonsultanAgustus – Minggu IVDraft final diserahkan
  11Finalisasi Modul (Penyempurnaan akhir)September – Minggu I  Internal PKBI
  12Finalisasi Upload ke LMS (Learning Management System)September – Minggu III  Integrasi digital
  13Pelatihan Modul 2 – Training of Trainers (ToT)September – Minggu IVImplementasi lapangan
  14Konsolidasi Fasilitator Nasional (FasNas)Paralel setiap bulan (Minggu ke-2)Monitoring berkala

.

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) ini disusun sebagai pedoman dalam proses Pengadaan Konsultan Penulisan Modul Grand Design Remaja PKBI 2026. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi acuan yang jelas bagi calon konsultan dalam memahami ruang lingkup, persyaratan, dan mekanisme kerja yang diharapkan oleh PKBI Nasional.

Program Grand Design Remaja PKBI merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan kapasitas remaja Indonesia, khususnya dalam konteks penguatan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi, kepemimpinan inklusif, dan perubahan sosial yang berkelanjutan. Keterlibatan konsultan profesional dan kompeten diharapkan dapat memperkuat kualitas modul sebagai alat pembelajaran yang transformatif bagi remaja PKBI di seluruh Indonesia.