
Buku terbaru ini hadir bukan sekadar sebagai laporan penelitian, melainkan sebuah ruang bagi remaja untuk bercerita tentang dunia mereka. Lahir dari proses panjang yang mengedepankan pengalaman hidup, buku ini memotret bagaimana remaja bertahan dan memaknai keseharian mereka di tengah keterbatasan situasi pascabencana. Buku ini ditulis langsung oleh para remaja penyitas Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Nusa Tenggara Timur (NTT) yang organisir oleh Forum Remaja PKBI Daerah NTT.
Melalui pendekatan Photovoice dan Participatory Action Research, kami menempatkan remaja sebagai subjek utama. Mereka bukan lagi sekadar angka dalam data, melainkan individu yang memiliki suara, perspektif, dan pengetahuan mendalam atas realita yang mereka hadapi.
Dalam konteks pengungsian, isu kesehatan reproduksi sering kali terabaikan dan dianggap sebagai persoalan tambahan. Padahal, bagi remaja, akses dan informasi kesehatan reproduksi berkaitan erat dengan rasa aman, martabat, dan kualitas hidup mereka.
Buku ini menyajikan gambaran nyata melalui:
Karya ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam memperjuangkan hak-hak remaja. Kami percaya bahwa layanan kesehatan reproduksi yang responsif, inklusif, dan berkeadilan hanya bisa terwujud jika kita mau mendengar dan mengakui suara mereka.
Kami berharap buku ini dapat menjadi sumber inspirasi, bahan refleksi, sekaligus alat advokasi yang kuat bagi pemerintah, lembaga kemanusiaan, akademisi, hingga masyarakat luas.
Selamat membaca. Semoga karya ini membawa perspektif baru dalam upaya kita bersama menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi remaja.
Unduh buku selengkapnya di sini: