
Kisah Dedikasi Novy Piya dalam Kerja Kemanusiaan
Selama bertahun-tahun, Novy Piya memilih berjalan di jalur sunyi yang tidak banyak orang sanggupi: mendampingi mereka yang terpinggirkan, merawat yang terluka oleh stigma, dan memastikan hak dasar manusia tetap terpenuhi. Dari isu kesehatan hingga kemanusiaan, Novy mengabdikan hidupnya untuk menghadirkan harapan di ruang-ruang yang kerap luput dari perhatian.
Berasal dari Surabaya dan kini menetap di Daerah Istimewa Yogyakarta, Novy dikenal luas sebagai sosok yang konsisten bekerja untuk komunitas marginal, khususnya dalam penanggulangan HIV/AIDS dan pendampingan korban kekerasan. Dedikasinya tidak lahir dalam semalam, melainkan dibangun melalui belasan tahun kerja lapangan yang penuh empati dan keteguhan.
Mendampingi dengan Empati, Bukan Menghakimi
Perjalanan Novy di isu HIV/AIDS dimulai dari pendampingan sebaya. Ia tidak hanya membantu secara teknis, tetapi hadir sebagai pendengar dan penguat bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Pendekatannya yang hangat dan profesional membuat banyak orang merasa aman untuk bercerita, berproses, dan kembali percaya diri menjalani hidup.
Keterlibatannya di Yayasan Kebaya Yogyakarta semakin menegaskan komitmen Novy dalam memastikan layanan kesehatan yang inklusif dan ramah. Di sana, ia berperan sebagai penghubung antara komunitas dan layanan kesehatan, memastikan tidak ada yang tertinggal hanya karena stigma sosial.
Merawat Nilai Spiritual dan Kepedulian Sosial
Bagi Novy, kemanusiaan tidak bisa dipisahkan dari nilai spiritual. Ia aktif berkegiatan di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta, sebuah ruang belajar dan beribadah yang menegaskan bahwa setiap manusia berhak menjalankan keyakinannya dengan aman dan bermartabat.
Melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, Novy turut mendorong pemberdayaan berbasis komunitas. Kehadirannya di ruang ini menjadi pesan kuat bahwa keberagaman tidak meniadakan kontribusi, dan perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menutup ruang partisipasi.
Hadir di Saat Paling Genting
Peran Novy semakin terasa melalui keterlibatannya di Waria Crisis Center (WCC) Yogyakarta. Di tempat ini, ia berada di garis depan penanganan kasus-kasus darurat: mendampingi korban kekerasan, membantu mereka yang kehilangan tempat tinggal, hingga memastikan akses perawatan bagi yang sakit.
Dalam situasi krisis, Novy sering kali menjadi orang pertama yang dihubungi. Keberadaannya memberi rasa aman bagi mereka yang tidak tahu harus berpaling ke mana. Kerja-kerja ini mungkin jarang terlihat, tetapi dampaknya nyata bagi kelangsungan hidup banyak orang.
Menguatkan Jejaring, Memperluas Dampak
Selain kerja lapangan, Novy aktif berkontribusi di ruang diskusi publik dan kebijakan. Ia kerap diundang sebagai narasumber, terlibat dalam forum diskusi, pelatihan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga kesehatan.
Kemampuan Novy menjembatani berbagai pihak menjadikannya figur penting dalam penguatan kapasitas komunitas. Ia percaya bahwa perubahan tidak bisa dikerjakan sendirian, melainkan melalui kerja bersama yang saling menghargai.
Kisah Novy Piya adalah tentang keberanian untuk tetap peduli, meski berada di tengah keterbatasan dan tantangan. Ia menunjukkan bahwa ketulusan, konsistensi, dan kasih sayang mampu melahirkan perubahan nyata. Lebih dari sekadar penggiat sosial, Novy adalah contoh bagaimana satu orang dapat menjadi penopang bagi banyak kehidupan—dengan bekerja diam-diam, namun berdampak luas.

