Kliping Media: Usia 20-49 tahun rentan mengidap HIV dan AIDS
1 June 2015
Informasi PKBI:Pelat. Konseling Kes. Seksual&Reproduksi Komprehensif bg konselor Remaja&Klinik PKBI
5 June 2015
Show all

Berita Pers PKBI:Masyarakat Jalan Santai Bersama ODHA

Masyarakat Jalan Santai Bersama ODHA
Jakarta, 31 Mei 2015
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menyambut peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dengan mengadakan kegiatan Jalan Santai Bersama antara Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) dengan masyarakat luas beserta keluarganya pada hari Minggu, 31 Mei 2015 di halaman Parkir Timur Senayan. Kegiatan ini merupakan suatu upaya untuk mendekatkan ODHA dengan masyarakat luas sekaligus mengedukasi bahwa ODHA memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya.
Hingga saat ini tidak sedikit ODHA masih merasa terpinggirkan dan sulit untuk mengakses layanan kesehatan dan pendidikan. Bahkan keluarga ODHA sendiri melakukan pembedaan perlakuan ketika mengetahui status salah satu anggota keluarganya terinfeksi HIV.
Hal ini sesuai pernyataan Atik (nama samaran terinfeksi HIV) bahwa ”Aku mengetahui terinfeksi HIV ketika suamiku meninggal, dan pada saat itu dukungan keluarga nyata didapat saat masa perawatan dan pemulihan, namun ketika aku akan pulang ke kampung halaman,cobaan kembali datang saat masyarakat mengetahui status HIV -ku.” . “Warga menolak Aku kembali ke desaku, karena penyakit “aib” yang aku bawa” imbuhnya.
Berdasarkan data HIV dan AIDS yang dilaporkan pada Triwulan IV tahun 2014 oleh Kementrian Kesehatan RI bahwa berdasarkan akumulasi dari tahun 1987 hingga Desember 2014 didapatkan bahwa jumlah kasus HIV yang dilaporkan mencapai 148.33 kasus dan kasus AIDS sebesar 65.790 kasus. Untuk faktor resiko AIDS tertinggi adalah melalui hubungan seksual beresiko pada heteroseksual 81,3% dan diikuti oleh Laki laki Seks Laki laki (LSL) 5,1% Ibu positif HIV ke anaknya 3,5% serta penasun 3,3%.
Inang Winarso (Direktur Eksekutif PKBI) menyatakan bahwa “ tren penularan HIV dan AIDS paling tinggi karena hubungan seksual heteroseksual, mengakibatkan ibu rumah tangga rentan tertular HIV dan AIDS dari suaminya. Jika ibu sudah tertular maka besar resikonya akan menular ke anak. Maka rantai penularan ini harus diputus dengan adanya melibatkan masyarakat untuk bergotong royong menekan angka penularan HIV dan AIDS.”
“Dengan kegiatan Hugging Walk diharapkan masyarakat luas menjadi tahu dan paham informasi HIV dan AIDS sehingga keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang terinfeksi HIV dapat menerima nya dengan penuh kehangatan, karena keluarga merupakan rumah terbaik bagi ODHA” ., imbuh Inang.
Sebagai informasi, Hugging Walk merupakan kegiatan yang diinisiasi PKBI dan bekerja sama dengan Lima Plus Komunika, Koalisi 18+ dan Save The Children. Bentuk kegiatan ini adalah jalan santai yang diikuti oleh masyarakat luas dan komunitas ODHA di Lapangan Parkir Timur Senayan. Selain sosialisasi HIV dan AIDS, acara ini juga merupakan acara Aksi Bersama 2015 yang didalamnya juga akan menyuguhkan informasi Kesehatan Ibu dan Anak diantaranya Stop Perkawinan Anak, dan Stop Kematian Bayi Sekarang. Di Lapangan tersebut juga terdapat tenda-tenda yang menyediakan Tes HIV Gratis dan Layanan Tes Kesehatan seperti Cek Gula darah, Kolesterol, Asam Urat, dan Tekanan darah. Tak lupa, acara ini dimeriahkan juga oleh penampilan KOJEK, Rian D’Masiv *(masih dalam konfirmasi),dan band-band komunitas lainnya.

*Tentang Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)*
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) merupakan sebuah organisasi gerakan yang didirikan pada tahun 1957. PKBI mempelopori gerakan Keluarga Berencana di Indonesia. Hingga saat ini PKBI memiliki kantor daerah di 27 Provinsi di Indonesia dan terus memperjuangkan hak warga Negara untuk terpenuhinya hak kesehatan secara menyeluruh termasuk kesehatan seksual dan reproduksi.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
Jl. Hang Jebat III/F3 Kebayoran Baru-Jakarta Selatan
(021-720-7372), www.pkbi.or.id, Devi Fitriana (0818-05889245).

error: Content is protected !!