Informasi PKBI: Indonesia International Workcamp PKBI Jawa Tengah
30 November 2015
Informasi PKBI:Pelatihan MVA dan MA bagi Dokter Pelaksana Layanan KTD
2 December 2015
Show all

Berita Pers PKBI:HAS 2015, Momen Tingkatkan Perilaku Sehat Masyarakat

HAS 2015, Momen Tingkatkan Perilaku Sehat Masyarakat

Jakarta, 1 Desember 2015 – Hari AIDS Sedunia (HAS) yang diperingati pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya merupakan momentum bagi semua pihak termasuk masyarakat untuk turun tangan bersatu padu melakukan upaya penanggulangan HIV dan AIDS dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga. Momen ini juga menjadi titik meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku sehat pada kehidupan sehari-hari.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menggarisbawahi keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan HIV dan AIDS. Untuk itu sebagai salah satu Organisasi gerakan yang berjuang pada isu Hak Seksual dan Kesehatan Reproduksi serta HIV dan AIDS, PKBI melakukan pendekatan membangun gerakan kesehatan berbasis masyarakat melalui Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) yang didirikan pada tahun 2012 atas inisiatif dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya masing-masing. Saat ini sebanyak 225 PIKM dengan 1.868 kader telah dilatih dan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

PKBI menganggap pentingnya peran masyarakat dalam melakukan pencegahan infeksi HIV dan AIDS seperti peningkatan kualitas hidup Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) dan mengurangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan HIV. Selain itu masyarakat melalui PIKM juga potensial sebagai mitra pemerintah untuk mengawal kebijakan yang diskriminatif bagi ODHA.

Ketua PKBI Sarsanto W Sarwono mengatakan bahwa PIKM merupakan tempat untuk sosialisasi informasi kesehatan khususnya IMS dan HIV, mengorganisir masyarakat untuk memahami HIV dan AIDS kemudian mengakses layanan kesehatan dan pendampingan kepada kelompok terdampak.

“Upaya PKBI membangun PIKM tersebut telah memperlihatkan indikator keberhasilan dalam meningkatkan perilaku sehat masyarakat. Hal ini terlihat dari munculnya beberapa kebijakan lokal secara mandiri dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS secara bersama-sama di antara pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan masyarakat, tutur Sarsanto”.

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jumlah kumulatif kasus HIV di Indonesia berdasarkan data terakhir tahun 2015 telah tercatat sebanyak 167.350 dengan jumlah tertinggi terdapat di Provinsi DKI Jakarta, yaitu sebesar 35,8%. Sedangkan untuk kasus AIDS telah tercatat sebanyak 66.385 kasus dan Jawa Timur dilaporkan sebagai Provinsi tertinggi yaitu 12,4%, di atas papua dan DKI Jakarta. Presentase faktor resiko HIV dan AIDS tertinggi yaitu pada hubungan seks berisiko pada heteroseksual kemudian disusul LSL (Lelaki Seks Lelaki), ibu positif HIV ke anak dan yang terakhir penggunaan jarum suntik tidak steril pada Penasun (Pengguna Narkotika Suntik).

Melihat faktor resiko tersebut, maka sudah saatnya keterlibatan semua pihak menjadi sangat penting agar efektif dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS mengingat resiko penularan bukan hanya dari kelompok tertentu saja melainkan sudah beresiko untuk semua kelompok masyarakat.

Sebagai informasi, HIV dapat dicegah melalui berperilaku hidup sehat. HIV dapat menular melalui hubungan seks tanpa kondom, penggunaan jarum/alat suntik yang terinfeksi HIV, dan dari air susu ibu positif HIV ke anaknya. HIV tidak menular melalui jabat tangan, berciuman, menggunakan peralatan makan atau kerja bersama, berbagi ruangan, dan kontak sosial biasa.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

 Riki Febrian, Program Officer Global Fund, Telp. 081363201994
 Cahyo Heri Setiabudi, Program Manager Global Fund, Telp. 081316539413
 Devi, Humas/Media Relation PKBI, Tlp. 081901015065
—————————————————————————————————————————-
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) merupakan sebuah organisasi gerakan yang didirikan pada tahun 1957. PKBI mempelopori gerakan Keluarga Berencana di Indonesia.Hingga saat ini PKBI memiliki kantor daerah di 27 Provinsi di Indonesia dan terus memperjuangkan hak warga Negara untuk terpenuhinya hak kesehatan secara menyeluruh termasuk kesehatan seksual dan reproduksi.