LAPORAN PROGRAM PEDULI KELOMPOK MARJINAL DALAM KEPESERTAAN JKN (BPJS KESEHATAN)
7 January 2021
Pray For Sulawesi Barat
16 January 2021
Show all

Buku Profil Program Peduli Pilar Waria

Program Peduli Pilar Waria bertujuan untuk meningkatkan penerimaan sosial masyarakat terhadap waria dan meningkatkan peran sosial waria di masyarakat. Melalui proses saling membutuhkan dan saling memberi antara waria dengan masyarakat, maka akan tercipta kehidupan yang lebih inklusif dan kesejahteraan waria semakin meningkat. Selama program berlangsung, telah terjadi perubahan yang semakin baik di organisasi waria maupun kehidupan beberapa waria yang terlibat di dalam program peduli. Dalam upaya meingidentifikasi perubahan yang siginifikan (most significant change) yang terjadi dari hasil implementasi Program Peduli Pilar Waria disusun profil waria yang berasal dari delapan provinsi. Penyusunan profil waria menggunakan metode kombinasi atau mix method antara metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Penelitian ini berhasil merumuskan kesimpulan bahwa Program Peduli Pilar Waria berhasil melahirkan agen perubahan yang memfasilitasi terjadinya perubahan signifikan di masyarakat. Perubahan yang paling signifikan (most significant change) dialami oleh waria pada domain individu, kultural dan struktural. Proses perubahan tersebut terjadi karena ada peran dari fasilitator nasional. fasilitator daerah dan agen perubahan dari kelompok waria Perubahan domain individu yang siginifikan adalah waria yang terlibat secara aktif mendapatkan pekerjaan yang layak, dan trampil berorganisasi. Perubahan domain kultural terdiri dari penerimaan masyarakat terhadap waria meningkat, waria dilibatkan dalam kegiatan publik, dan waria merintis terbentuknya Desa Inklusi. Perubahan domain struktural terdiri dari organisasi waria memperoleh surat keterangan terdaftar (SKT) sesuai UU no. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan waria mendapat ijin usaha resmi dari pemerintah dan organisasi waria mendapat ijin dari MUI untuk melaksanakan kegiatan. Akses mendapatkan pekerjaan yang layak masih harus diperjuangkan lebih keras lagi, terutama waria yang masihmenjadi pekerja seks. Sementara akses kesehatan masih kurang baik, karena belum semua waria menjadi peserta BPJS kesehatan. Hal yang positif adalah di tempat layanan kesehatan waria dapat mengakses berbagai jenis layanan tanpa diskriminasi. Kecenderungan keluarga memaksa waria untuk menjadi laki-laki, masih terjadi. Meskipun angkanya di bawah 50%, namun mengakibatkan waria mengalami tekanan psikis. Pemahaman keluarga terhadap kebiasaan waria perlu ditingkatkan sehingga semua keluarga di Indonesia dapat menerima keberadaan waria ditengah masyarakat. Gejala ingin bunuh diri merupakan reaksi psikis atas tekanan yang dialami waria. Keinginan bunuh diri masih tinggi antara 10%-20%. Faktor pemicu keinginan bunuh diri adalah faktor tekanan dari keluarga untuk menjadi laki-laki dan faktor ekonomi. Partisipasi waria di dalam kegiatan masyarakat khususnya kegiatan sosial semakin meningkat. Hal ini menandakan bahwa terjadi perubahan di masyarakat bahwa penerimaan sosial waria semakin tinggi. Akhirnya kesejahteraan waria semakin membaik seiring dengan berjalannya Program Peduli Pilar Waria. Cita-cita mewujudkan masyarakat yang inklusif masih harus diperjuangkan dengan melanjutkan program seperti halnya program peduli dengan cakupan provinsi yang lebih luas.

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab
error: Content is protected !!